Ke Museum Hingga Berburu Menu Berbuka di Alun-Alun Rangkasbitung

887 views
banner 468x60

Saat sore tiba di bulan Ramadhan, sejumlah tempat ramai dikunungi warga yang hendak menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit. Di Kabupaten Lebak, alun-alun Rangkasbitung jadi pilihan tempat ngabuburit warga Rangkasbitung dan sekitarnya. Beberapa warga datang ke alun-alun sekadar untuk bermain atau memburu menu takjil untuk berbuka. Aneka pangan khas Lebak seperti kue cucur, leumung, dan jejorong tersedia di sini.

Selain menyediakan aneka menu berbuka, di kawasan alun-alun biasanya digunakan untuk kegiatan sosial di kawasan alun-alun.  Seperti baru-baru ini, Keluarga Mahasiswa Lebak (Lebak) membuka ruang baca di kawasan alun-alun Rangkasbitung. Sembari menunggu ngabuburit, Kumala menyiapkan 300 buku bacaan untuk anak-anak dan dewasa. Menurut Ketua Kumala Pw Rangkasbitung, Maman Maulani, Kumala ruitn menggelar ruang belajar di pelataran alun-alun Rangaksbitung.

“Ini sebagai bukti kami Kumala peduli atas kurangnya kesadaran masyarakat dalam membaca buku. Untuk itu di bulan puasa ini kami membuka lapak bacaan di alun alun Rangkasbitung, bagi masyarakat yang sedang menanti buka puasa dengan membaca buku,” kata Maman baru-baru ini.

Jika Anda pecinta sejarah, Anda bisa mengunjungi museum Multatuli yang terletak tidak jauh dari alun-alun. Di museum yang diresmikan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya 11 februari 2018 lalu ini, menyimpan koleksi seperti novel Max Havelaar edisi pertama yang masih berbahasa Perancis (1876), tegel bekas rumah Multatuli, litografi/lukisan wajah Multatuli, peta lama Lebak, arsip-arsip Multatuli, dan buku-buku lainnya. Di sini, Pengunjung dapat menikmati ruang audiovisual serta labirin yang sangat informatif. Melihat dan mendengarkan sejarah dengan peralatan modern, mulai layar LCD dan alat headset. (*)

banner 468x60)

Posting Terkait

banner 468x60