Iman: Pejabat Kota Cilegon Terindikasi Palsukan Tandatangan Persetujuan Ahli Waris AJB

2723 views
banner 468x60

Dokumen Sertifikat Tanah yang terindikasi adanya pemalsuan tandatangan salah satu ahli waris atas nama Drs. Iman S, Nomor urut 6.

Banten Inspiratif | Cilegon – Adik kandung mantan Kepala Desa Taman Baru (Alm Hj. Sunatun-red) mempertanyakan keabsahan sertifikat tanah hak milik dari Rt. Ati Marliati dan Tb. Ade Hidayat seluas 2000 m2 yang berlokasi di Kampung Sondol, Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon.

Menurut Iman Sukiman selaku adik kandung dari mantan Kepala Desa Taman Baru, keabsahan sertifikat kepemilikan tanah tersebut tidak sah. Ketidak sahan tersebut karena adanya indikasi pemalsuan tandatangan surat persetujuan hak waris pada akte jual beli (AJB) dari salah satu pewaris tanah yang terdiri 6 (enam) bersaudara ahli waris sebagai syarat sahnya jual beli.

“Saya salah satu dari ahli waris tidak pernah menandatangani persetujuan untuk menjual tanah waris dari orang tua saya H. Sohari almarhum yang berlokasi di daerah Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Citangkil. Tetapi kenapa pada saat saya mengecek ke Badan Pertanahan Nasional (BPN), tanah yang seluas 2000 m2 itu sudah beralih nama? Yang 1000 m2 kepemilikan atas nama H. Tb. Ade Hidayat dan 1000 m2 lagi kepemilikannya atas nama Dra Hj. Rt. Ati Marliati MM. Padahal saya tidak pernah merasa manandatangani persetujuan itu,” kata Drs, Iman Sukiman kepada wartawan, 6 September 2017.

Tanda Tangan Asli Iman Sukiman.

Iman menjelaskan, prosudural dari persyaratan pembuatan sertifikat hak kepemilikan dari perangkat desa/kelurahan itu sudah sesuai, akan tetapi sertifikat itu bisa dikatakan tidak sah dikarenakan salah satu ahliwaris tidak pernah menandatangani persetujuan sebagai dasar sah terjadinya jual beli.

“Saya tidak menampik kalau adminstrasinya pembuatan sertifikat hak kepemilikan tanah itu sudah sesuai prosudur. Akan tetapi ada hal yang terindikasi yakni pemalsuan penandatanganan persetujuan hak ahli waris untuk persyaratan jual beli, dan itu sudah jelas di sertifikat hak kepemilikan luas tanah yang 2000 m2 itu bukan tandatangan saya, dan keluarga sayapun belum pernah menjual tanah itu kepada Rt. Ati dan Tb Ade Hidayat tetapi entah apa dasarnya tanah seluas 2000 m2 itu sudah beralih nama kepemilikan,” jelas Iman.

Iman S merasa belum menandatangani Form AJB.

Dikonfirmasi terpisah, Rt. Ati Marliati, oleh bantenisnpiratif.com, 15 September 2017, di ruang kerjanya, Ati mengelak adanya indikasi pemalsuan dokumen tandatangan persetujuan dari salah satu ahli waris tersebut.

“Itu tidak benar, dan permasalahan ini sudah sempat dimediasi oleh pihak Kepolisian Daerah (POLDA) Banten dan oleh OMBUSMAN dan itu sudah jelas kalau tanah tersebut dibeli oleh orang tua saya. Adapun masalah adanya indikasi pemalsuan tandatangan tersebut saya tidak tahu dan Mba (menyebut wartawan-red) bisa langsung menpertanyakan ke pihak pejabat terkait yang mengurusnya, jangan kesaya,” ujar Ati, seraya menambahkan bahwa wajar jika dirinya merasa keberatan jika hal seperti ini harus dipublikasikan membawa-bawa namanya, karna ini menyangkut nama baiknya.

Masih di ruangan yang sama, Jubedi, selaku camat yang pernah menjabat saat itu memaparkan, permasalahan ini hanya internal keluarga dari pihak ahli waris. Peranan dari pejabat yang menjabat dimasa itu sudah berusaha membantu keluarga ahli waris.

“Saya pada saat itu menjabat sebagai camat, dan secara prosedural sudah ditempuh. Saya selaku camat yang menjabat dimasa itu beritikad membatu keluarga ahli waris untuk mengurusi permasalahan ini, tetapi kenapa kita membatu tetapi malah dipukul dari belakang dengan caranya dipublikasikan seperti ini,” kata Jubedi dengan nada kesal. (Tim Red)

banner 468x60)

Posting Terkait

banner 468x60