MUI Lebak : Islam Tidak Mengajarkan Kekerasan

245 views
banner 468x60

 

Banten Inspiratif | Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak KH Akhmad Khudori berpendapat, penusuk dua anggota Brimob yang sedang shalat dan menjalankan tugas pengamanan Lebaran di Jakarta, tidak berperikemanusiaan.

“Penyerang polisi yang melaksanakan tugas negara, tidak berperikemanusian. Islam tidak mengajarkan kekerasan, apalagi sampai membunuh,” kata KH Akhmad Khudori saat dihubungi di Lebak, kemarin.

Belum lama ini, dua anggota Brimob yang tengah melaksanakan shalat Isya di Masjid Falatehan Jakarta Selatan luka ditusuk oleh seorang pria yang diduga simpatisan ISIS.

Selain itu, juga penusukan terjadi di Mapolda Sumut hingga menewaskan seorang anggota kepolisian yang sedang berjaga.

Pada awal bulan puasa, tiga polisi di Kampung Melayu Jakarta Timur tewas oleh pelaku bom bunuh diri.

Pelaku penusukan di Mapolda Sumut dan Jakarta Timur terindikasi jaringan teroris yang berafiliasi pada ISIS.

Menurut Akhmad Khudoria, gerakan ISIS sangat membahayakan dan bertentangan dengan ideologi Pancasila dan Undang-Undang 45.

Gerakan ISIS tidak mencerminkan ajaran Islam sebagai agama yang mencintai kedamaian, kerukunan, toleransi, dan cinta antarumat manusia.

MUI bekerja sama dengan Polri dan Pemerintah Kabupaten Lebak, pemuka agama dan tokoh masyarakat untuk menangkal gerakan ISIS.

Kerja sama ini terus dilakukan dengan penyebaran informasi, penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat dan lembaga pendidikan.

Selain itu, dengan menugaskan ribuan kyai dan ustad untuk memberikan pemahaman agama Islam yang benar, dan menolak ajaran ISIS.

“Kami melarang paham ISIS karena menyesatkan umat dan hukumnya haram karena mereka melakukan teror dan membunuh,” katanya menjelaskan.

Ia mengatakan, sementara ini di Kabupaten Lebak tidak ada kelompok radikal atau ISIS, namun tetap kewaspadaan diperlukan untuk pencegahan dengan melibatkan semua pihak, termasuk kepolisian, aparat Pemerintah Daerah, tokoh agama dan masyarakat.

“Saya yakin melalui pemahaman ajaran Islam yang benar dipastikan tidak muncul gerakan-gerakan radikal seperti ISIS,” ujarnya. (*)

banner 468x60)

Posting Terkait

banner 468x60