Januari 2019, UMSK Di Berlakukan

301 views
banner 468x60

Banten Inspiratif, CILEGON – Kenaikan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) naik 9 persen, hal tersebut diusulkan oleh Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker)  Kota Cilegon setelah melalui kesepakatan bersama melalui proses panjang yang melibatkan Pemkot Cilegon, Disnaker Kota Cilegon, Apindo, Federasi, Serikat Buruh,  Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS), dan berbagai pihak lainnya.

Besaran kenaikan masing-masing UMSK tersebut meliputi beberapa kelompok yakni  kelompok I sebesar 20 persen, kelompok II sebesar 15 persen dan kelompok III sebesar 10 persen. Dimana saat ini, proses terkait dengan kenaikan UMSK tersebut sudah dalam tahap proses pengajuan ke Pihak Gubernur Banten.

Kepala Disnaker Kota Cilegon, Buchori mengatakan, rekomendasi tersebut ditetapkan berdasarkan hasil rapat pleno antara buruh, Apindo dan Disnaker Kota Cilegon. Kenaikan UMSK 2019 untuk kelompok IA (Kimia) Rp 370.000, kelompok lB (Logam) sebesar Rp 355.000 dan kelompok ll sebesar Rp 275.000 dan kelompok Ill sebesar Rp 197.000.

“Untuk besaran nilai UMSK 2019 nanti, berdasarkan Undang-undang nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan pasal 89 ayat (3) dan Permenaker nomor 15 tahun 2018 tentang Upah Minimum pasal 15 bahwa Upah Minimum Sektoral, Asosiasi Sektor Besi Baja (IHSIA), Asosiasi Sektor Kimia) INAPLAS, Unsur Serikat Pekerja/Buruh Sektor dan ANggota Dewan Pengupahan Kota Cllegon tanggal 10 desember 2018,” kata Buchori kepada awak media Senin (10/12) malam.

Buchori menjelaskan bahwa hasil keputusan besaran hasil UMSK 2019  nantinya ditandatangani oleh Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cilegon (Edi Ariadi) dan setelah itu diserahkan kepada Gubernur Banten (Wahidin Halim).

“Setelah selesai rapat pleno penetapan besaran UMSK 2019, Iangsung diserahkan dan ditandatangani sama Pak Plt Walikota (Edi Ariadi). Setelah ditandatangani Pak Edi, hari ini juga usulan UMSK 2019 akan Iangsung kita serahkan ke Provinsi Banten untuk ditandatangani Pak Gubernur Banten (Wahidin Halim),” jelasnya.

Dikatakan Buchori, berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) Tenaga Kerja Nomor 15 Tahun 2018 Tentang UMSK, tidak Iagi menggunakan presentasi seperti tahun sebelumnya. Tapi, menggunakan sistem besaran nilai rupiah.

“Sudah tidak pakai nilai presentasi lagi. Jadi, Iangsung menggunakan nilai rupiah. Sebab, kita sudah mengikuti arahan dari Peraturan Menteri (Permen) 15 Tahun 2018 Tentang UMSK,” ucapnya.

Sementara itu,  Chief HRD & GA PT Indorama Petrochemical, sekaligus mewakili INAPLAS, Malim Hander Joni mengatakan tahun 2019 merupakan sejarah bagi industri dan pengusaha, karena adanya angka kesepakatan yang dicapai oleh asosiasi yang menurut peraturan pemerintah memang legal secara hukum.

“Permintaan kenaikan terasebut merupakan sejarah di Kota Cilegon, karena kesepakatan tersebut baru dapat dilakukan tahun ini. Karena tahun sebelumnya pernah terjadi permintaan kenaikan namun tidak mendapatkan persetujuan dari semua pihak,” ujar Joni, Selasa (11/12).

Menurutnya, kesepakaat tersebut harus dijadikan sebuah kebanggaan. Dengan adanya kenaikan tersebut maka akan dapat membantu baik untuk semua pihak diantaranya pihak perusahaan dan juga untuk pihak Federasi dan beberapa pihak lainnya.

“Apabila tidak terjadi kesepakatan tersebut maka akan berpengaruh negatif terhadap kinerja pegawai yang ada di induatri di Kota Cilegon,” katanya.

Joni mengungkapkan, saat ini sudah ada angka kenaikan dan sudah ada pembuatan berita acara. Namun masih ada beberapa hal yang harus dibicarakan dengan pihak terkait.

“Seharusnya kenaikan tersebut dapat dilakukan terhadap semua sektor bukan hanya industri, namun juga kenaikan UMSK juga dapat dilakukan untuk Pekerja Rumah Tangga (PRT),” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan di dalam memberikan petunjuk tersebut tentu hasillnya merupakan kebanggaan buat perusahaan dan buat seluruh pekerja, asosiasi maupun federasi karena tahun ini adalah tahun pertama kita menemukan kesepakatan yang tahun-tahun sebelumnya tidak menemukan kesepakatan

“Nah kalau sudah sepakat itu konsekuensinya apa, komitmen dong dan komitmennya dijalankan dan membantu semua pihak dan perusahaan maupun inaplus ataupun federasi membantu untuk menggalakan agar seluruh perusahaan melakukan dan mengambil tindakan dan melaksanakan keputusan kalau nanti dikeluarkan oleh gubernur,” pungkasnya.

Untuk diketahui, kenaikan UMSK tersebut diperkirakan akan dapat diberlakukan mulai Januari 2019. Oleh karena itu dirinya berharap kepada semua pegawai di Kota Cilegon agar dapat bekerja secara baik maksimal.

“Dengan adanya putusan tersebut saya berharap untuk para pegawai di Kota Cilegon agar dapat bekerja secara baik dan maksimal,” tandasnya. (Red)

banner 468x60)

Januari 2019 UMSK di berlakukam

Posting Terkait

banner 468x60