Sidak ke PT SUJ, Ketua Komisi IV DPRD Cilegon: Polusi Debu Sudah Sangat Memprihatinkan

Banten Inspiratif, CILEGON — Dua Komisi DPRD Kota Cilegon, yakni Komisi II dan IV langsung merespon cepat keluhan warga Lingkungan Lijajar Kelurahan Tegal Ratu Kecamatan Ciwandan yang mengeluhkan debu pekat hitam akibat cerobong hasil produksi dari PT. Sentra Usahatama Jaya (SUJ) dengan mendatangi lokasi, Jumat (8/11).

Untuk menangani masalah tersebut anggota DPRD yang baru terpilih itu langsung membentuk tim sembilan anggota lintas Komisi.

Anggota Komisi II DPRD Cilegon Muhammad Ibrohim Aswadi (MIA) mengatakan, untuk mengetahui dan memastikan pihak mana saja yang kerap melakukan pencemaran lingkungan pihaknya bersama Komisi IV akan melakukan audit secara keseluruhan terhadap perusahaan – perusahaan.

“Saya minta ketua komisi IV bersama kawan lintas Komisi, untuk melakukan audit secara jelas, agar kita bisa menilai siapa penyebab dari semua ini,” Kata MIA yang masuk dalam daftar sembilan anggota lintas Komisi.

Sementara itu, Ketua Komisi lV DPRD Cilegon Erik Airlangga yang membidangi lingkungan hidup mengatakan, sebagai langkah tegas pihaknya akan segera memanggil Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon selaku dinas yang harus melaksanakan fungsinya, sekaligus mengawasi keberadaan industri yang ada disekitar perumahan warga.

“kita akan panggil lingkungan hidup, untuk segera mengecek semua industri yang ada di lingkungan terpapar,” ujar Erik, Jumat (8/11/19).

Menurut Erik, polusi yang terjadi sudah semakin memprihatinkan, kata dia, pihak pemerintah yakni DLH Kota Cilegon harus lebih tegas, dan harus terjun ke lapangan untuk mencari tahu perusahaan mana saja yang kerap memberikan dampak negatif terhadap warga sekitar.

“Jika dinas LH tau, perusahaan mana saja yang banyak menyumbang polusi, maka dinas harus menindak tegas,” tandas Erik.

Sementara itu HRGA, Legal & ER Manager PT. SUJ Rizki Weldy mengklaim bahwa telah melakukan sudah sepenuhnya sesuai prosedur. Namun, lanjut Weldy, menerima keluhan yang disampaikan oleh warga.

“Pada prinsipnya pihak SUJ akan patuh terhadap aturan pemerintah,” ujar Weldy.

(*1 Red)